KOTA PALU – Dampak pandemi virus Corona atau Covid-19 kini mulai berdampak pada perekonomian menyebabkan ratusan karyawan hotel di Kota Palu di rumah aja alias dirumahkan. Akibat nya banyak karyawan yang menjerit karena kehilangan pekerjaan mereka.

Ini terbukti dari catatan BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia GIPI Sulteng, sampai Minggu (5/4) di Kota Palu perhotelan telah merumahkan karyawan 324 orang. Selain karyawan dirumahkan ada sekitar 220 tetap bekerja tapi hanya mendapat gaji sebesar 50% dari gaji biasanya yang mereka dapatkan perbulan nya.

Ketua BPD PHRI Sulteng dan DPD GIPI Sulteng, Fery Taula dalam keterangan perssnya mengatakan, data 324 karyawan yang dirumahkan itu masuk kagetori hotel berbintang. “Jika melibatkan hotel-hotel non bintang lainnya di Kota Palu, menurut perkiraan saya bisa mencapai 500 orang karyawan hotel yang dirumahkan,” jelasnya.

Fery juga menguraikan, dari data yang dihimpun berdasarkan participants pihak hotel-hotel di Kota Palu yang sudah melaksanakan langkah merumahkan karyawannya di antaranya, Swissbelhotel, Amazing, Santika, Coco BW, Sutan Raja Hotel & Villa, PGH, Zamrud, Sentral.

 

Kalau untuk restoran lanjut Fery, tidak ada yang tutup. Hanya terlihat sangat sepi tidak seperti hari-hari biasanya. Beberapa restoran hanya melayani delivery order atau take out saja. Ada beberapa yang disweeping seperti tempat-tempat nongkrong atau cafe atau Warkop. Hal ini bertujuan untuk memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19 ( Corona )

Beberapa restoran menjual makanan sebagai kebutuhan pokok. Sementara Cafe atau warkop lebih menekankan nongkrong atau kebutuhan tersier jadi kena dampat ditertibkan. “Kebijakan merumahkan karyawan karena perusahaan tutup. Tutup karena tidak ada tamu dan tingkat hunian yang sangat rendah, maksimal 10%. Perusahaan tidak memiliki cash flow untuk membiayai operasional termasuk gaji. Ada beberapa hotel berbintang yang buka dengan tingkat hunian 30%, karena ada kontrak dengan airline,” jelasnya.

Sementara itu menurut info yang di dapat data dari Kota Luwuk Kabupaten Banggai menurut Fery karyawan hotel yang dirumahkan berjumlah sekitae 148 orang. Di Luwuk tidak ada hotel dan restoran yang tutup. Untuk di Kabupaten Tojo Unauna, khususnya di Ampana dan Togean semua hotel dan penginapan resmi tutup sementara selama masa pemutusan rantai pandemi Covid-19 ini. Karyawan yang dirumahkan sekitar 103 orang. “Tidak ada karyawan yang PHK. Jika keadaan membaik karyawan yang dirumahkan otomatis bisa kembali bekerja,” pungkasnya.