Palu– Kementerian Agama Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin, Menindak lanjuti oleh Bagian Humas Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), mengatakan, bahwa layanan pencatatan nikah di Kantor Urusan Agama dihentikan sejak 1 April. Proses pendaftaran kemudian dilakukan secara online melalui simkah.kemenag.go.id.

Menurut Kamaruddin hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Namun, bukan berarti layanan pencatatan dan akad nikah berhenti. Untuk pelayanan pencatatan dan akad terus berjalan untuk calon pengantin yang sudah mendaftar sebelum 1 April. Menurut Plt Dirjen Pendidikan Islam ini, jumlah calon pengantin yang daftar nikah bahkan mencapai puluhan ribu.

“Sekarang kita tidak menyelenggarakan layanan pernikahan bagi mereka yang terdaftar setelah 1 April. Calon pengantin. yang sudah mendaftar sebelum 1 April, jumlahnya sangat besar sehingga masih terjadi peristiwa nikah di tengah pandemi Covid-19” Kamaruddin Amin di Jakarta, Senin (13/4).

“Di Jawa Timur saja  ada 18 ribu calon pengantin yang sudah terdaftar sebelum 1 April. Di Sulawesi Selatan hampir dua ribu. Jadi masih ada peristiwa nikah yang terjadi hingga saat ini dan dilayani KUA dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” sambungnya.

Terkait penerapan protokol kesehatan tersebut, lanjut Kamaruddin, pelayanan akad dan pencatatan nikah saat ini hanya bisa dilakukan di KUA, tidak di luar KUA. Aturan ini berlaku sampai dengan wabah Covid-19 ini tertangani. karena kebijakan tersebut merupakan bagian upaya pencegahan penyebaran.

Kamaruddin menambahkan, calon pengantin (catin) yang telah mendaftar setelah 1 April juga sangat besar. Data simkah.kemenag.go.id mencatat, sampai saat ini sudah hampir 30ribu catin yang mendaftar nikah secara online.

“Pelayanan di KUA juga masih terus berjalan, meski secara online. Kita berharap kondisi bisa segera normal sehingga masyarakat bisa menggelar akad nikah dalam suasana yang lebih meriah sebagaimana biasanya,”