PALU - Pupus sudah harapan Meri Yuliani (30), tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Sigi untuk mengangkat ekonomi keluarga. Kini ia tidak lagi bekerja di negeri tetangga, Malaysia. Walau demikian, Meri bisa bernapas lega, karena bisa selamat dan kembali ke tanah kelahirannya. Kemarin, (3/2) sekitar pukul 13.00 Wita, Meri bersama keluarga Bapa Bahim Buhasan dan Leny tiba di Bandara Mutiara Palu.
Pantauan Radar Sulteng Mery tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya begitu tiba di Kota Palu. Namun, masih trauma dengan siksaan yang dialaminya dari majikan maupun agennya. Setibanya di bandara Mutiara Palu, Meri disambut keluarga Debby Walelang dan dibawa ke kediaman Debby Walelang untuk beristrirahat. Sebelumnya, Meri ditemukan oleh Suster Vinsensia HK dari lembaga Peduli Buruh Migran (PBM).
Vinsensia kepada wartawan mengemukakan, lembaga Peduli Buruh Migran (PBM) merupakan bagian gugus tugas untuk menangani kasus-kasus migran deportasi. Tiap dua minggu ia sering menjemput para TKW deportasi dari Malaysia. “Di situlah kami bertemu Meri bersama tiga temannya yang satu dari Jambi, dan Lampung yang mana kondisinya sangat memprihatinkan,” jelas Suster Vinsensia di bandara Mutiara Palu, kemarin (3/1).
Selain itu kata Vinsensia, sebelum bertemu, Meri sempat terlantar beberapa hari di Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta. Saat ditemukan, kondisi Meri sangat labil.
“Sebagai lembaga peduli, kami punya tanggung jawab untuk mengantar para TKW ke tempat asal mereka masing-masing,” jelasnya.
Didampingi Vinsensia, Meri Yuliani menjelaskan telah meninggalkan Malaysia sejak Oktober dibantu oleh seorang dermawan di Malaysia. “Di sana saya dibantu oleh seseorang, tapi saya lupa namanya,” jelasnya.
Selang beberapa jam, akhirnya keluarga Debby Waleleng langsung mengantar Meri pulang ke kampung halamannya di Desa Pesaku, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Meri disambut dengan tangisan oleh keluarganya, Yuliana Marola ibu Meri merasa sangat bahagia dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu Meri agar dapat berkumpul kembali dengan keluarganya. (fiz)