JAKARTA – Ditengah tak kunjung membaiknya perwasitan nasional, Indonesia layak berterima kasih pada Jimmy Napitupulu. Wasit asal Pengda DKI Jakarta ini, masuk dalam deretan 50 besar wasit terbaik Asia.
Prestasi Jimmy tersebut dinyatakan sekjen PSSI, Nugraha Besoes, kamis (29/12) kemarin di kantor PSSI.
’’Jimmy berhasil masuk dalam 50 besar wasit terbaik Asia, dari sekitar 200 lebih wasit yang masuk dalam kategori sebagai wasit terbaik. Prestasi yang sangat membanggakan ditengah belum meningkatnya kinerja perwasitan kita,’’ kata Nugraha.
Dijelaskan Nugraha, bukan hanya sikap fair yang membuat Jimmy dipilih AFC masuk dalam deretan wasit terbaik. Kejelian dan pemahamannya akan peraturan persepakbolaan yang paling baru membuatnya dipilih. Tidak berlebihan, kalau wasit yang sebelumnya berprofesi sebagai pengacara ini, sebelumnya juga dipilih untuk memimpin pertandingan internasional seperti Piala Tiger 2002, LG Cup 2003, Liga Champions 2004 dan masih banyak lagi. Paling akhir, Jimmy ditunjuk memimpin pertandingan Piala Tiger 2004 Grup B di Malaysia.
Tegas, adil dan tidak pandang bulu. Itulah sikap Jimmy setiap kali memimpin pertandingan. Wasit FIFA ini, adalah salah satu wasit terbaik yang dimiliki Indonesia.
Sikapnya yang tidak sejalan dengan ’’budaya perwasitan’’ di Indonesia itu, kadang membuatnya mendapat perlakuan tidak simpatik. Sudah menjadi rahasia umum dalam persepakbolaan di Indonesia, tim tuan rumah mendapat ’’bantuan’’ dari wasit. Tapi itu tidak berlaku bagi wasit kelahiran Pekan Baru ini, membuat teror dan serangan suporter tuan rumah kerap menimpanya.
Kalau saja seluruh wasit di Indonesia memiliki kejujuran layaknya Jimmy, mungkin persepakbolaan kita akan cepat maju. Akibat buruknya mental pengadil lapangan ini, kemenangan satu tim tidak murni karena kekuatannya. Banyak hal diluar itu, yang membuat satu tim bisa menapai prestasi tertentu.(ang)