PALU – Gigitan maut nyamuk Aedes Aegipty pembawa virus dengue, penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD), kembali menelan korban. Rabu kemarin, Siswi kelas XI SMAN 2 Palu, yang bernama Silvanda Rigo (16), wafat karena DBD.
Silvanda, meregang nyawa saat akan dilarikan ke RS Bala Keselamatan (BK) Woodward. Putri sulung, Zeth Rigo itu, wafat sekitar pukul 16.00 di UGD RS BK Woodward.
Menurut ayah Korban, Zeth, putri tercintanya, meninggal saat baru tiba di rumah sakit akibat penyakit Demam Berdarah Dengue “Saat tiba di rumah sakit dia sudah mengembuskan nafas terakhir,” katanya.
Katanya, Silvanda, sudah mulai sakit demam pada minggu malam. Keesokan harinya, Silvanda masih sempat diperiksa di Puskesmas Bulili. Namun saat itu kata Zeth, tidak ada penjelasan dari pihak Pukesmas, tentang penyakit yang diderita Vanda (sapaan sayang Silvanda).
“Pihak Pukesmas juga tidak menjelaskan penyakit yang diderita anak saya, dan hanya memberikan obat saja, sehingga saya tidak terlalu khawatir ketika itu,” jelasnya.
Menurut keterangan dari kerabat korban, karena sudah merasa agak baikkan, Vanda, sempat masuk sekolah pada Selasa. Namun selang beberapa jam, Vanda kembali pulang dengan wajah pucat dan mengeluh sakit di sekujur tubuhnya.
“Tubuhnya selalu lemas, pucat, dan juga sering mengeluh sakit di bagian tulangnya,” kata kerabat korban yang tidak mau namanya untuk dikorankan.
Zeth, Ayah Korban, awalnya mengira sang anak hanya mengalami penyakit demam biasa. Sehingga tidak pernah berpikir untuk segera membawa korban ke rumah sakit untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
“Saya menyesal dan merasa berdosa terhadap anak saya. Saya, menyesal tidak periksa dia (Vanda, red) di rumah sakit. Tidak pernah terpikirkan kalau ini anak sudah parah,” katanya dengan nada sesal.
Menurut rencana, mendiang Silvanda, akan dimakamkan Jumat besok. Katanya, pihak Keluarga masih akan menunggu keluarga besar yang akan datang melayat. (fiz)