PALU - Meski hingga saat ini Provinsi Sulteng masih bebas dari penyakit polio, namun masyarakat diminta untuk tetap berperan aktif dalam melakukan pemberantasan penyakit yang melumpuhkan tersebut. Di samping hal ini merupakan program pemerintah dan bahkan dunia, juga karena penyakit ini bisa menyebabkan cacat seumur hidup, dimana bagi yang terserang tidak bisa melakukan aktivitas apapun selama hidupnya.
Surveilans Officer UPT Surveilans Data dan Informasi (Surdatin) Provinsi Sulteng, Marjono Samad SKM MKes, mengatakan meski untuk di Sulteng belum ditemukan kasus penyakit polio, namun hingga saat ini target untuk memberantas penyakit polio di dunia belum terwujud. Karena itulah, hal ini harus menjadi perhatian semua pihak, sebab tidak menutup kemungkinan di provinsi ini suatu saat akan ikut terjangkit.
Hingga saat ini memang belum ditemukan penyakit polio di Sulteng. Meski banyak sampel penyakit kelumpuhan di Sulteng yang pernah dilakukan penelitian, namun hasilnya bukan penyakit polio, katanya.
Marjono mengakui, dalam pemberantasan penyakit polio yang menjadi perhatian penting dunia ini, salah satu kendalanya kurangnya peran aktif dari masyarakat. Namun katanya, dalam perkembangannya hal itu mulai teratasi seiring dengan peningkatan pengetahuan masyarakat.
Salah satu yang dilakukan masyarakat dalam pemberantasan polio adalah dengan ikut serta dalam pelaksanaan program imunisasi yang dilakukan pemerintah. Dengan memberikan imunisasi polio bagi anak-anak, kita akan ikut dalam usaha memberantas penyakit polio sehingga membebaskan anak Indonesia dari serangan virus tersebut, katanya.
Sebagaimana diketahui, hingga saat ini hanya ada satu vaksin yang aman untuk menangkal polio yakni vaksin polio tetas (oral polio vaccine/OPV). Vaksin ini berfungsi untuk melindungi anak-anak seumur hidup, jika vaksin tersebut diberikan pada usia dini.
Sedangkan untuk menghentikan penyebaran virus polio dan mencegah penularan ke negara-negara tetangga, bangsa Indonesia pernah bersatu secara serentak untuk menyelenggarakan pekan imunisasi nasional (PIN) selama dua hari dalam dua putaran. Yakni pada 30 Agustus 2005 untuk putaran pertama dan pada 27 September 2005 untuk putaran kedua, yang diikuti sekitar 24 juta balita. (yon)