Rp 60 Miliar untuk Merah Putih - Radar Sulawesi Tengah Online

Terbesar Terdepan dan yang Utama di Sulawesi Tengah
   
  Utama
  Opini
  Palu
  Sulawesi Tengah
  Hiburan
  Olahraga
  Kriminal
  Ekonomi
  Politika
  Parimo-Touna-Banggai
  Tajuk
  Index Berita

  Suara Pelajar


 

 
 Berita Hiburan
Sabtu, 25 Juli 2009
Rp 60 Miliar untuk Merah Putih
Merah Putih Film Kolosal Lokal Didukung Sineas Hollywood

JAKARTA - Film kolosal Merah Putih bisa mengakhiri dahaga akan film perjuangan Indonesia. Apalagi, produksinya tidak asal-asalan. Film tersebut melibatkan banyak pihak profesional yang pernah sukses dengan berbagai judul film Hollywood. Produksi film itu dikerjakan serius dalam jangka waktu empat bulan. Biaya untuk pembuatan film tersebut pun tidak sedikit.

Film yang dikemas trilogi dan mulai tayang di bioskop pada 13 Agustus 2009 tersebut didukung oleh Adam Howarth, ahli efek khusus yang pernah terlibat dalam pengerjaan film Saving Private Ryan, Blackhawk Down, dan Harry Potter and The Sorcerer's Stone.

Selain itu, ada sutradara bidang laga Rocky McDonald (Mission Impossible II dan The Quiet American), jago make-up dan visual effects artist asal London Rob Trenton (sekuel Batman, The Dark Knight), serta ahli persenjataan asal Australia John Bowring (The Matrix, The Thin Red Line, X Men Origins; Wolverine).

Hasilnya, setelah menyaksikan cuplikan filmnya, adegan perang, perkelahian, ledakan bom, dan ledakan mobil dalam film Merah Putih tidak mengecewakan. Adegannya tidak kalah dengan adegan film action Hollywood terkenal yang sudah ada.

Yadi Sugandi, sang sutradara, menyatakan salut kepada pengorbanan sekitar 200 kru dan 400 orang yang setiap hari syuting. Termasuk, para pemain utama seperti Lukman Sardi, Darius Sinathrya, Donny Alamsyah, Zumi Zola, T. Rifnu Wikana, Rahayu Saraswati, dan Astri Nurdin. "Mereka syuting empat bulan di lokasi tanpa pulang," tutur Yadi setelah pemutaran behind the scene Merah Putih di Djakarta Theater kemarin (23/7).

Lokasi syuting lebih banyak di Bandungan, Ungaran, Jawa Tengah. Sisanya, syuting dilakukan di Jogjakarta, Depok, Bogor, dan Jakarta. "Mereka syuting saat hujan, panas, dan dingin. Syuting empat hari di sungai, gunung, dan hutan belantara," tambah Geremi Steward, sang produser.

Dalam film senilai USD 6 juta (setara Rp 60 miliar) itu, dibuatkan dua truk khusus dengan desain truk yang lazim dipakai tentara Belanda pada 1945-an. Truk itulah yang diledakkan. "Kami bikin ke sebuah pabrik bodi mobil, tapi mesinnya zaman sekarang. Untuk mobil Jeep, kami menyewa," jelas Yadi.

Untuk senjata, TNI menyumbang banyak senjata rusak. Untung, John Bowring memperbaikinya dan membawa banyak senjata milik sendiri untuk dipergunakan dalam syuting film tersebut. "Peluru senjata di atas Jeep itu sebenarnya sudah tidak diproduksi lagi. Makanya, spesifikasinya dibuat ulang oleh John dengan lebih rendah," papar Yadi.

Khusus bagi pemain utama, sebelum syuting, selama sepuluh hari mereka dipusatkan di Booth Camp Military milik TNI. Di sana, mereka digembleng oleh tentara asli. Itu dilakukan untuk membentuk badan dan menjiwai semangat militer, sesuai dengan peran yang mereka mainkan.

Darius mengatakan, syuting filmnya saat ini sangat mengesankan. "Meski lelah, ini akan selalu membekas di hati. Ada bahagia dan haru. Terlebih, film ini bercerita tentang negara kita," ujar suami Donna Agnesia itu.

Begitu juga Lukman Sardi. Bagi dia, syuting di film Merah Putih dengan sangat serius memberikan hikmah. "Hal ini menjadi sebuah perjalanan panjang untuk sebuah pembelajaran. Untuk mendapatkan yang terbaik, kita memang harus berjuang dan perjuangan itu tidak gampang. Film ini menggambarkan begitu beragamnya suku dan agama di Indonesia. Mari kita sadari itu," ucapnya bersemangat.

Geremi dan Yadi yakin, film tersebut tidak berumur pendek. "Film ini relevan untuk bertahun-tahun kemudian. Film ini juga akan memperlihatkan kepada dunia internasional bahwa sejarah perjuangan Indonesia seperti ini. Kami akan bawa film ini ke dunia internasional juga," janji Geremi. (gen/tia/jpnn)


  [ Kembali ]  [ Atas ]

 
 Pencarian Berita
 
  AllAny
 Kategori
 

 
Berita yang Lain
Hibur TKI di Taiwan
Ngeri Membaca Berita Diri
Sebut Kebiasaan Merokok dan Minum Alkohol sebagai Penyebab
KD Menikah Tahun Depan
Korban Ingin Adjie Keluar Sel
Produser Piranha 3D Tersinggung Cameron
Predikat Putri Seumur Hidup
Meradang Disebut Munafik


Copy Right © 2003 Radarsulteng.Com
This website is best viewed with 800 x 600 Resolutions and Internet Explorer 6.0 and required Macromedia Flash Player Plugin
All Right Reserved