75 Persen APBN Bersumber dari Pajak - Radar Sulawesi Tengah Online

Terbesar Terdepan dan yang Utama di Sulawesi Tengah
   
  Utama
  Opini
  Palu
  Sulawesi Tengah
  Hiburan
  Olahraga
  Kriminal
  Ekonomi
  Politika
  Parimo-Touna-Banggai
  Tajuk
  Index Berita

  Suara Pelajar


 

 
 Berita Ekonomi
Kamis, 4 Februari 2010
75 Persen APBN Bersumber dari Pajak

Palu- Pajak masih menjadi urat nadi pembangunan di Indonesia. Sebab, sebanyak 75 persen anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) masih berasal dari penerimaan sektor pajak.

“Untuk itu kesadaran para wajib pajak dalam membayar pajak sangat diharapkan. Sehingga kelangsungan pembangunan yang saat ini pembiayaannya masih didominasi oleh pendapatan pajak dapat terlaksana, demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Sakli Anggoro, Dirjen Wilayah Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo (Suluttenggo) dan Maluku Utara pada acara malam keakraban dengan sejumlah wajib pajak se Sulawesi Tengah di Swiss-bellhotel, Rabu (3/2) tadi malam.

Untuk itu kata dia, peran pajak sangat penting bagi kelangsungan pembangunan di Indonesia.

“Kalau kita tidak membayar pajak berarti kita membiarkan puluhan juta saudara kita yang kehidupan masih di bawah garis kemiskinan. Jika kita tidak membayar pajak sama halnya kita mengambil hak orang lain,” jelasnya.

Untuk itu ia mengajak seluruh wajib pajak yang hadir pada acara malam keakraban itu untuk sama-sama merenung introspeksi diri. Dan tidak membiarkan kondisi sebagian rakyat Indonesia yang kehidupannya saat ini masih berada di bawah garis kemiskinan.

Pada kesempatan tersebut Sakli Anggoro mengungkapkan, pendapatan pajak untuk wilayah Suluttenggo dan Maluku Utara pencapaiannya sesuai dengan target.

“Bahkan Sulawesi Tengah yang semula diragukan bisa mencapai target pada akhirnya bisa mencapai target,” terangnya.

Sementara, pengamat ekonomi DR Timudin Mbowo, selain menerangkan devinisi serta fungsi-fungsi pajak berpendapat, sesungguhnya setiap orang sejak dari lahir sampai dengan pengurusan orang meninggal telah bersentuhan dengan yang namanya pajak.

Pengurusan akte kelahiran kata Dia, merupakan pembayaran pajak secara tidak langsung. Selanjutnya Timudin mengatakan, hasil pendapatan pajak sangat berperan dalam menunjang kelangsungan pembangunan.

“Data konkritnya, pendapatan asli daerah untuk Kota Palu, Rp43M. Sedangkan anggaran belanja mencapai Rp562 M. Demikian juga Donggala yang memiliki PAD Rp30 M, tapi anggaran belanjanya mencapai Rp472 M. Dengan selisih angka yang cukup besar ini, mau tidak mau harus ditambah dengan angaran yang namanya dana Alokasi Umum atau DAU,” jelas pengamat ekonomi ini.

Hal senada diungkapkan Theo Kristian, salah satu pengusaha di daerah ini. Ia mengaku sangat merasakan pesatnya pembangunan sarana dan prasaran yang dibangun oleh pemerintah yang notabene dari hasil pendapatan pajak.

Acara ramah tamah ini mengusung tema, ‘Posintomu Pengusaha Sulawesi Tengah ante Pimpinan Direktorat Jendral Pajak’. Di awali dengan tayangan prolog tentang kondisi kehidupan masyarakat miskin, yang menyambung hidupnya dari mengais sampah. (cr1)


  [ Kembali ]  [ Atas ]

 
 Pencarian Berita
 
  AllAny
 Kategori
 

 
Berita yang Lain
Yamaha Klaim tetap Market Leader
Harga masih Tinggi, Emas Perhiasan Sepi Pembeli
Hakim Pertanyakan Jabatan Rangkap Andono
Agustus, Kota Palu Inflasi 2,75 Persen
Jual Sembako dengan Harga Distributor
Akhir Agustus Okupansi Hotel Naik
Harga Tiket Pesawat Merangkak Naik
Perangkat Audio Kendaraan Disarankan Berkualitas dan Bergaransi


Copy Right © 2003 Radarsulteng.Com
This website is best viewed with 800 x 600 Resolutions and Internet Explorer 6.0 and required Macromedia Flash Player Plugin
All Right Reserved